Piknik dan Bernostalgia ke Argo Wilis - Sendang



Memang ada kesan negatif yang beredar di masyarakat tentang Argo Wilis. Namun masih banyak orang yang mengunjungi tempat ini untuk berwisata. Kebanyakan masih warga lokal dari kecamatan Sendang.

Sebenarnya kami tidak berencana untuk mengunjungi Argo Wilis. Namun karena sedang ingin piknik ke tempat yang hijau-hijau dan sudah bosan ke daerah Geger, kami memilih jalur kiri dan sampailah di Argo Wilis. Tempat ini tidak banyak berubah, masih seperti beberapa tahun lalu saat aku dan teman-teman SMA nyasar ke sana.

Aku sama Nose memang ingin membawa bekal ala bento Jepang. Kami lagi seneng-senengnya memasak. Aku sendiri harus bangun pagi untuk membuat sushi ala kadarnya, perkedel tahu, sosis goreng dan yang lainnya. Hm…. Niat banget buat makan.  Iya, semuanya adalah masakan pertamaku dan rasanya… lumayan bikin senyum-senyum berdua. Haha.


Selesai makan, kami berburu spot untuk berfoto. Lumayan banyak tempat bagus untuk dijadikan latar berpose. Lingkungannya juga masih terawat dan bersih. Bungalow-bungalow tertata rapi. Area bermain juga bisa digunakan meski beberapa sudah rusak.

Kami sangat menikmatinya. Seperti kembali ke masa taman kanak-kanak, bermain ayunan dan jungkat-jungkit. Uwah~~~~ Entah sudah berapa tahun lamanya tidak naik ayunan dan di dorong dari belakang. Dulu rasanya seperti melayang di udara ketika berada di titik tertinggi, sekarang jangankan mengayun cepat, tubuhku rasanya kesempitan untuk duduk di bangkunya. Haha, ketahuan banget gendutnya seberapa.

Tertawa lepas naik ayunan kayak anak TK  >.<



Asik sekali bernostalgia sambil mendengarkan lagu-lagu barat dari ponselnya Rina. Sayangnya kami cukup terganggu dengan aroma kemenyan yang semerbak dari salah satu tempat. Maklumlah,  Argo Wilis juga merupakan goa tertapaan dari Tan Tik Sioe Sian yang legendaries bagi umat Tionghoa. Jadi beberapa orang mengunjungi untuk menyalakan dupa.

Check the video here:


Post a Comment

0 Comments