Hai-haiii… Para penggemar
J-Drama atau Dorama. Kali ini aku akan review beberapa Dorama bertema romance.
Yuhu~ Dorama dengan tema percintaan ini nggak kalah seru sama K-Drama yang
masih digilai sebagian besar pecinta drama di Indonesia. Meskipun bukan
tayangan terbaru lagi, tapi dorama-dorama di bawah ini bisa bikin kamu move
on dari Song Jong Ki – Oppa, deh.
Taisetsu na Koto wa Subete Kimi
ga Oshiete Kureta
(You Taught Me All The Precious
Things)
大切なことはすべて君が教えてくれた
Tahun
tayang
|
2011
|
Genre
|
Romantis,
school
|
Pemain
utama
|
Miura
Haruma sebagai Kashiwagi Shuji
Toda
Erika sebagai Uemura Natsumi
Takei
Emi sebagai Saeki Hikari
|
Panjang judul dorama tersebut
sudah mewakili betapa rumitnya perasaan Kashiwagi Shuji (diperankan oleh Miura
Haruma). Dorama yang dalam bahasa Indonesia berarti “Kamu Mengajarkanku Semua
Hal yang Berharga” tersebut memiliki 10 episode menarik yang mengajarkan kita
tentang mencintai dan dicintai, serta rasa kepedulian.
Shuji dan Uemura Natsumi adala
guru di sekolah yang sama. Tidak lama lagi keduanya akan menikah. Namun, pada
suatu pagi di awal tahun pelajaran pada musim semi, Shuji bangun tidur dan
mendapati seorang gadis terbaring di ranjang bersamanya. Ia sangat terkejut
karena gadis itu bukan Natsumi.
Hari itu adalah hari pertama
masuk sekolah, Shuji buru-buru berangkat. Ia hanya memberikan kunci rumah pada
gadis dengan bekas luka di pergelangan tangan tersebut, lalu memintanya untuk
meninggalkan kunci itu di depan rumah.
Sebagai guru muda dan popular, Shuji
menjadi wali kelas baru dan disambut muridnya dengan antusias. Namun, saat
pergantian jam olahraga, seorang siswinya bernama Saeki Hikari menjulurkan
tangan untuk memberikan kunci pada Shuji. Ya, kunci yang tadi pagi ia
tinggalkan pada seorang gadis di ranjangnya, yang ternyata muridnya sendiri.
Dari situlah Shuji mulai merasa
terteror karena Saeki mengancam akan menunjukkan foto ketika mereka tidur
bersama kepada Natsumi. Tapi setelah mengetahui keadaan keluarga Saeki yang
berantakan serta penyakit yang diderita muridnya itu, perasaan Shuji mulai
berubah. Natsumi pun merasakan perubahan tersebut.
Beberapa scene yang bikin
jantung debar-debar sekaligus baper adalah:
Ketika semua orang di sekolah
termasuk guru, murid, bahkan orang tua mengetahui foto tersebut, mereka kecewa
dan marah besar. Shuji terancam dipecat dan murid-murid memaksa Shuji untuk
memberi penjelasan. Namun ia merasa harus melindungi muridnya (entah bagaimana
perasaan Shuji terhadap Saeki ketika itu). Ia hanya tidak ingin Saeki mengalami
hal yang buruk lagi. Shuji akhirnya memilih diam dan membiarkan semua hujatan
tertuju padanya. *Seneng sih dengan rasa tanggungjawab Shuji, tapi juga sebel
karena dia mengabaikan perasaan Natsumi.
Nah, karena tidak mau melihat
Shuji terluka, Saeki akhirnya mengakui dan menceritaan kepada teman-temannya
perihal yang terjadi hari itu hingga ia bisa berada di rumah Shuji. Natsumi
yang juga mendengarkan penjelasan Saeki merasa terpukul. Kini ia tahu alasan dari
perubahan sikap Shuji beberapa waktu terakhir.
Scene kedua yang paling jleb
banget itu tentang Natsumi. Aku benar-benar kagum dengan pribadinya. Meski dia
sangat terluka, namun kedewasaan dan kematangan berfikirnya tak pernah goyah. Amazing
personality. Apalagi ketika selama beberapa bulan ia menyembunyikan
kehamilannya setelah membatalkan pernikahan. Natsumi tetap memikirkan orang
yang dicintainya dan tak ingin Shuji terbebani.
Ia berencana merawat bayinya
kelak seorang diri. Dalam posisi sulit seperti itu, ia masih bisa berfikir
jernih. Natsumi tak ingin melukai lelaki itu dengan perasaan bersalah. Ia pun
memberitahu Shuji tentang kehamilannya sebelum mengambil cuti. Scene ini bikin moved
dan mewek parah. Cewek mana coba yang bisa kuat layaknya Natsumi. “Orang yang
lebih banyak mencintai yang akan terluka.”
Suki
Na Hito Ga Iru Koto
(A
Girl & Three Sweethearts)
好きな人がいること
Tahun
tayang
|
2016
|
Genre
|
Romantis,
komedi
|
Pemain
utama
|
Kiritani
Mirei sebagai Sakurai Misaki
Yamazaki
Kento sebagai Shibasaki Kanata
Miura
Shohei sebagai Shibasaki Chiaki
Nomura
Shuhei sebagai Shibasaki Touma
|
Sakurai Misaki adalah patissier
di sebuah kafe selama tujuh tahun. Sejak kecil ia suka membuat kue dan
menikmati aktivitas tersebut. Namun karena perubahan konsep kafe, ia harus
dipecat. Pada sebuah wawancara kerja di hotel besar, Misaki membuat sebuah kue.
Usahanya berakhir kegagalan.
Tak disangka-sangka, Misaki
malah bertemu Shibasaki Chiaki, senpai sekaligus cinta pertamanya. Chiaki sudah
mencicipi kue buatan Misaki. Ia tertarik untuk mengajak Misaki bekerja di
restorannya. Misaki setuju karena ia masih tertarik dengan cinta sepihaknya
itu. Bekerja dengan Chiaki adalah kesempatan bagus untuk jadi lebih dekat lagi.
Shounan adalah kota pinggiran
yang jauh. Misaki ditawari tinggal bersama Chiaki. Namun gadis itu terkejut
saat tau ada dua orang lagi yang tinggal di sana. Shibasaki Kanata, seorang chef
di SeaSons restourant dan Shibasaki Touma yang masih jadi mahasiswa. Keduanya
adalah adik Chiaki. Masalahnya, Kanata
dan Misaki tidak pernah akur.
Dalam 10 episode tersebut, kita
akan melihat perjuangan Misaki untuk dapat diakui kepiawaiannya oleh Kanata.
Cinta sepihak Misaki juga makin rumit saat hadirnya mantan pacar Chiaki. Saat
itu pula, Kanata menyadari perasaannya kepada Misaki. Gadis itu sempat bingung
dengan pengakuan Kanata.
Nuansa percintaan dan
persaudaraan sangat kental. Meski terjadi konflik antar tiga saudara tersebut,
tapi mereka sama-sama saling melindungi. Salut sama peran para ikemen
ini. Oh ya, backsound yang berjudul By Your side juga enak
didengar loh. Fress gitu musiknya.
Jimi ni Sugoi! Koetsu Garu Kono
Etsuko
(Pretty Proofreader)
地味にスゴイ!
校
閲ガール・河野悦子
Tahun
tayang
|
Oktober 2016
|
Genre
|
Romantis,
workplace
|
Pemain
utama
|
Ishihara
Satomi sebagai Kouno Etsuko
Suda
Masaki sebagai Orihara Yukito
Honda
Tsubasa sebagai Morio Toyoko
|
Nonton drama ini bisa membuatku berfikir
lebih positif. Ya, Kono Etsuko sebagai pemerah utama yang selalu ceria bahkan
mampu mentransfer energi positifnya kepada penonton. Dorama yang cenderung
bergendre workplace dengan sedikit bumbu romance ini memiliki daya tarik
sendiri.
Pertama adalah Fashionable. Kono
etsuko merupakan gadis yang sangat mencintai fashion. Impiannya ialah bekerja
sebagai editor majalah fashion Lassy, imprint dari Keibosha, penerbitan
terkenal di Jepang. Sudah tahun ketujuh ia melamar jadi editor hingga
pewawancara mengenalinya dengan sangat baik. Namun ia gagal lagi. Sepanjang 10
episode, kita bakal terpesona dengan tampilan busana musim dingin Kono etsuko
dan para pemain lain.
Kedua adalah pekerjaan sebagai proofreader.
Ya, bukannya menjadi editor, Kono Etsuko malah diterima Keibosha di divisi proofreader.
Pekerjaan yang tidak begitu dikenal orang yaitu memeriksa kesalahan teks pada
buku atau novel serta memastikan kesesuaiannya dengan fakta. Kono Etsuko awalnya menolak, tapi atasannya
mengatakan mungkin ini takdir Koetsu (kependekan dari Kono Etsuko yang juga
berarti proofreader). Kepolosan dan kejujuran Etsuko dalam bekerja
memberinya banyak pengalaman.
Ketiga, pertemuann Koetsu dengan
Yukito Orihara yang membuat cewek itu jatuh cinta pada pandangan pertama.
Ternyata, Yukito juga seorang penulis yang identitasnya ia sembunyikan dan
naskahnya sedang dikerjakan Koetsu. Yukito ini sosok yang humble dan
baik. Namun karena sedang mengalami kesulitan keuangan, Yukito terpaksa bekerja
jadi model dan numpang di apartemen Morio, karyawan Lassy yang sekaligus adik
tingkat Koetsu waktu kuliah. Romance-nya dikit banget, tapi entah aku malah suka dengan feeling yang seperti ini. Suka tapi malu-malu gitu, nggak ada kontak fisik sama sekali. Keren.
Ini adalah drama yang inspiratif
dalam berbagai hal seperti fashion, dalam bekerja atau melakukan kebaikan.
Sayangnya, sejak tayang hingga sekarang hanya ada subtitle sampai
episode 7 saja. Itupun berbahasa Inggris. Episode 8 hingga 10 terpaksa kutonton
dalam bahasa aslinya dengan 10% pemahaman dari visualnya saja. Padahal dorama
ini kuat di percakapan. Hm… kutunggu para translator untuk segera menerjemahkan
dorama keren ini.
Boku
no Ita Jikan
(Time
I was in)
僕のいた時間
Tahun
tayang
|
2014
|
Genre
|
Romantis,
keluarga
|
Pemain
utama
|
Miura Haruma sebagai Sawada
Takuto
Tabe Mikako sebagai Hongo Megumi
|
Siap tisu yang banyak buat
nonton dorama satu ini. Tapi nggak usah takut atau malu buat nangis bombai.
Sepanjang sepuluh episode kita bakal dibuat haru oleh perjuangan Takuto Sawada
dan kesetiaan Megumi Hongo. Pastinya kita juga akan belajar menghargai kehidupan.
Kisah berawal dari
pemberontakkan Takuto yang tidak mau menjadi dokter seperti keinginan
ayahnya. Akhirnya ayah dan ibunya lebih
menyayangi Rikuto, adik yang bersedia menjadi pengganti Takuto untuk
menjalankan rumah sakit sang ayah setelah lulus kuliah.
Saat mencari pekerjaan, Takuto
bertemu Hongo Megumi dan saling jatuh cinta. Namun, tidak beberapa lama
kemudian Takuto divonis menderita penyakit ALS (Amyotrophic lateral sclerosis).
ASL adalah penyakit mematikan yang membuat penderitanya lumpuh sedikit demi
sedikit. Takuto yang masih syok menyembunyikan hal tersebut dari semua orang,
termasuk kekasih dan keluarganya.
Tangan kiri Takuto mulai
kehilangan kekuatannya. Ia kesulitan mengambil dan memegang sesuatu. Setelah
mempertimbangkan perasaan keluarga Megumi, Takuto memutuskan untuk mengakhiri
hubungan cintanya. Ia tak mau Megumi menderita dengan kondisinya yang memburuk.
Ketika Takuto semakin sering
melakukan kesalahan dalam bekerja, dokter menyarankan agar Takuto memberitahu
perihal kondisinya kepada rekan kerja. Takuto akhirnya menjelaskan apa itu ASL
dan bagaimana penyakit tersebut akan merengut kemampuannya dari hari ke hari.
Sejak saat itu, semua orang bersimpati dan menawarkan bantuan. Takuto bersyukur
dengan kebaikan mereka.
Lebih terharu lagi ketika Takuto
memijat ibunya selagi ia masih bisa menggunakan tangannya. Ia memberi tau kalau
dirinya mengidap penyakit mematikan. Saat itu tangan dan kaki kirinya sudah
mulai sulit digerakkan. Suatu hari ia akan kehilangan kemampuan berjalan, berbicara
hingga tidak bisa lagi bernapas.
Takuto sepenuhnya menggunakan kursi roda
elektrik dan hanya bisa menggerakkan tangan kanan untuk mengoperasikannya. Ia yang
sangat suka sepak bola pergi ke sport centre untuk bermain bersama
pengguna kursi roda khusus lainnya. Ketika itu, Takuto bertemu Megumi yang
menjadi perawat pasien ASL juga. Mereka bertemu lagi setelah sekian lama.
Takuto sakit dan Megumi akan segera menikah. Selain konflik percintaan, kisah
kekeluargaan juga cukup menguras air mata.
â
Itu dulu review dorama bertema
romantic yang bisa kamu tonton di waktu luang. Aku sengaja buat tulisan ini
jadi beberapa bagian supaya nggak kepanjangan kayak kereta. Empat dorama ini
sebagai awal, because 4 is my favourite number. Tunggu postingan Part 2 ya.
Oh ya, kalian tau sendiri kan
kalau nyari Dorama nggak semudah
K-Drama. Tidak banyak pula Dorama yang diterjemahkan ke Bahasa
Indonesia. Semua Dorama di atas sebagian besar kutonton dengan subtitle Bahasa Inggris. Kadang
nggak paham waktu nonton ‘Pretty Proofreader’ karena banyak kata sulit dan didominasi
percakapan serta penjelasan. Aku juga nggak tau apakah ada terjemahan Bahasa
Indonesia atau tidak karena nggak pernah nyari.
Buat kamu yang pengen nonton
Dorama bersubtitle Bahasa Inggris bisa mengunjungi Kissasian.com.
Kualitas gambarnya ada yang biasa sampai yang jernih banget. Hardsub
lagi, jadi udah sepaket. Nggak perlu khawatir subtitlenya kecepetan atau lebih
lambat dari videonya. Aku sih lebih suka yang gini. Kalau kesulitan download di
sana, bisa nyari di Youtube.com. Sebagian ada di sana, ya, meskipun bad
quality.
*






1 Comments
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete