Hai mom, lagi panik karena kulit si kecil tiba-tiba bermasalah? Tenang saja, itu wajar kok kalau mom khawatir, takut, dan bingung harus apa. Soalnya, luka di kulit memang tampak dari luar, rentan terkena berbagai macam gesekan, apalagi jika si kecil masih berusia batita (bawah tiga tahun) yang sering rewel dan nangis, jadi makin nggak tega kan?!
Masalah kulit kali ini bukan yang pertama kali dialami anakku. Sebelumnya dia pernah terkena ruam popok di bagian selangkangan yang tulisannya aku bahas di sini: MENGATASI RUAM POPOK, BINTIK KEMERAHAN PADA SELANGKANGAN PADA BAYI DI BAWAH 1 TAHUN
Sebelum di nyatakan terkena penyakit kulit Impetigo atau orang jawa lebih mengenalnya Suleten, anakku sempat disebut sakit Herpes oleh dokter. Iya, berawal dari bintik-bintik merah di area leher kanan yang sorenya berubah ke warna putih dan besoknya berubah menjadi lepuhan-lepuhan kecil berisi air. Bintik pertama muncul tanggal 10 Mei yang tadinya saya kira biang keringat.
Dari klinik yang ditangani oleh dokter umum, anakku mendapatkan obat minum antibiotik dan obat oles ACYCLOVIR Cream 5%. (Menurut laman alodokter Acyclovir 5% Krim 5 gr bermanfaat untuk meredakan luka lepuh di kulit akibat virus herpes simpleks (herpes genital) yang bekerja dengan menghambat pertumbuhan virus. Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri serta mempercepat penyembuhan luka lepuh di kulit sekitar bibir atau kelamin, serta herpes pada mata. )
Pada hari ke 3 lepuhan-lepuhan kecil tadi semakin melebar dan jumlahnya semakin banyak pula. Setelah diolesi krim tersebut, beberapa lepuhan mengering, namun beberapa juga terlanjur pecah karena digaruk-garuk oleh anakku. Seperti layaknya seorang bayi, anakku masih belum mengerti dan dia pun pasti mengalami rasa gatal dan panas yang luar biasa. Area luka yang berada di daerah lipatan juga menyulitkan perawatan.
Pemakaian krim saya lanjutkan sampai hari ke 7. Area yang melepuh semakin banyak, luas hingga ke seluruh leher. Beberapa titik kecil juga muncul di kaki dan kening, serta rambut. Mungkin untuk mom yang baru mengalami akan tambah panik. Alhamdulillah, sebelumnya saya sudah mencari informasi dan menemukan bahwa untuk proses penyembuhan membutuhkan waktu 2 sampai 4 minggu. Jadi saya mencoba untuk meredam rasa takut tersebut. Mom juga harus tetap tenang dan jaga suasana hati si kecil tetap senang.
Oh iya, selama mengalami sakit ini, anakku memang menjadi lebih rewel, sering minta gendong, malam susah tidur, selalu garuk-garuk bagian yang luka. Beruntungnya, dia tidak demam dan masih aktif bermain seperti biasanya. Untuk makan dan minum juga seperti biasanya meskipun memang bisanya juga tidak terlalu banyak makan. Mom harus semangat dan bersabar mengatasi kerewelan anak. Mereka pun sedang sakit dan melalui hari-hari yang sulit, jadi mom harus memahami hal tersebut dan terus berusaha untuk gembira.
Beberapa tips untuk perawatan pertama adalah:
- Pastikan anak cukup minum agar tidak dehidrasi dan mencegah demam
- Sering membersihkan tangan anak agar bekas lepuhan yang menempel tidak tertularkan ke area lain.
- Gunakan lap tersendiri untuk membersihkan area luka.
- Sering ganti baju anak yang sekiranya sudah terlalu basah terpapar luka ataupun keringat.
- Tetap mandi, namun jangan menggunakan sabun dan jangan menggosok luka.
- Minum obat dari dokter secara rutin dan oleskan krim secara merata meskipun kadang sulit merawat bayi dibawah 2 tahun.
Saran yang sangat saya anjurkan saat mendapati anak mengalami Impetigo atau Suleten adalah segera memeriksakan ke dokter kulit, jangan ke dokter umum. Penanganan yang lebih cepat dan tepat dapat mencegah luka menyebar. Soalnya penyakit kulit ini sangat cepat perkembangannya, terlambat sehari saja luka sudah semakin parah. Jangan sampai terlambat dan pahami ciri-cirinya ya mom.
Nah, karena selama seminggu ini luka anakku tidak mengalami pemulihan, saya segera membawa ke klinik lagi untuk meminta rujukan ke dokter kulit. Untuk proses selanjutnya di dokter kulit dan proses perawatan menggunakan BPJS akan saya bahas pada tulisan selanjutnya.
Semoga sehat-sehat semuanya...



0 Comments